Sementara itu Bupati Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex, mengatakan hari jadi Muba ke-63 harusnya dimaknai sebagai momen yang pas untuk melanjutkan pembangunan Muba. Dimana salah satu tantangan terbesarnya adalah mengentaskan angka kemiskinan.
” Selain itu kita juga bisa ambil hikmah (dari peringatan hari jadi) untuk mengetahui sejauh mana upaya dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. Termasuk pelaksanaan pembangunan dan pembinaan yang telah dilakukan pada masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Dodi Reza juga mengajak semua elemen Muba bergandeng tangan bergotong royong mengembangkan semua potensi di Muba.
“Ini saatnya kita berkolaborasi dengan potensi yang ada serta mengembangkan potensi lokal untuk dijadikan titik laju pembangunan Muba,” jelasnya.
Lebih jauh dikatakan Dodi, untuk percepatan target mereka menjadikan Muba Maju Berjaya, Pemkab Muba tak hanya mengandalkan potensi sumber daya alam yang ada seperti tambang dan gas. Tapi kedepan mereka akan mulai melirik industri kreatif baik itu kuliner maupun objek wisata lokal yang bisa dikembangkan.
” Kalau tambang dan gas semua mungkin sudah tahu. Kedepan kami akan kembangkan kain gambo Muba, dan pariwisata unik lain yaitu pantai Bongen dengan ciri khasnya. Dan tentunya kami juga tetap membutuhkan dukungan Provinsi agar Muba Maju Berjaya ini dapat segera direalisasikan,” jelasnya.
Dikonfirmasi mengenai data ini beberapa waktu lalu Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih membenarkan. Menurutnya sampai data bulan Maret 2017 tercatat sebanyak 105.080 warga di Kabupaten Muba masih berada di bawah garis kemiskinan, kemudian Muratara 36.460 warga dan Lahat 67.330 warga.
Angka kemiskinan di Kabupaten Muratara masing-masing 2015 (19,73%), 2016 (20,00%) dan 2017 (19,49%). Lalu Kabupaten Lahat 2015 (18,02%), 2016 (17,11%) dan tahun 2017 (16,81%). Kemudian Muba berturut-turut diketahui yakni 2015 (18,35%), 2016 (17,27%) dan 2017 (16,75%).
Editor : Chandra













