Sementara itu, Senior Manajer Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Yusuf Ngadri mengungkapkan penyematan Museum Rekor Indonesia kepada Pemkab Muba dibawah Kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza sudah melewati penilaian yang sangat selektif.
“Indikatornya yakni Muba sebagai daerah dengan yang menyampaikan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tercepat ke BPK RI dan mendapatkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas LKPD dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, dan ini belum pernah terjadi di Indonesia,” tegasnya.
Ia menambahkan, pencetakan rekor MURI kepada Muba atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tercepat ke BPK RI dan mendapatkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas LKPD dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ini juga diperkuat dan dilengkapi dengan adanya surat keterangan dari BPK RI.
“Kemudian pula Didukung juga dengan pemberitaan di media massa dan elektronik yang sangat masif,” terangnya.
Yusuf mengaku, pencetakan rekor MURI kepada Muba atas LKPD tercepat ke BPK RI dan mendapatkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas LKPD dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan kinerja-kinerja positif lainnya dinilai MURI sangat sulit untuk ditiru daerah lain di Indonesia.
“Kami berharap pak Bupati Muba Dodi Reza terus komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia khususnya di Muba,” harapnya.
Gubernur Sumsel Herman Deru dalam kesempatan tersebut mengaku sangat kagum dan takjub atas capaian-capaian di Kabupaten Muba yang dinahkodai oleh Bupati Muba Dodi Reza.
“Muba punya kemitraan yang sangat baik dengan Kabupaten/Kota lain di Sumsel, rasa bangga terhadap prestasi yang diukir. Saya salut dan bangga,” ungkap Herman Deru.
Dalam kesempatan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muba Dalam Rangka Hari Jadi ke-63 Kabupaten Muba Tahun 2019 di Kantor DPRD Muba tampak dihadiri ribuan tamu undangan dari Kabupaten/Kota di Sumsel.
Editor : Chandra.













