“Terkait temuan formalin ini kami tindak lanjuti dengan sosialisasi dan peringatan terhadap pedagang agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya didalam pangan yang akan dijual. Apabila peringatan tidak diindahkan maka kami akan lakukan tindakan hukum,”ujarnya.
Ditempat yang sama, Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel melalui Kabid perdagangan dalam negeri Ir Achmad Mirza MM memastikan informasi yang diterima dari Bulog bahwa stok Sembako di Sumsel masih aman dalam sepuluh bulan kedepan masyarakat tidak perlu khawatir.
“Begitu juga dengan harga sembako tidak begitu bergejolak tinggi meski ada beberapa kenaikan terjadi di harga ayam potong namun masih batas kewajaran. Begitu juga dengan permintaan belum banyak dan diperkirakan minggu keempat bulan desember baru permintaan akan naik,”katanya.
Karena menurutnya, akhir tahun biasanya banyak acara yang akan dilakukan masyarakat. “Meski harga belum bergejolak kami dinas perdagangan akan terus memantau. Jika harga mulai bergejolak kami akan koordinasi dengan pihak terkait untuk menggelar operasi pasar,”jelasnya.
Sementara itu, pantauan di pasar Cinde dan pasar KM 5, harga ayam yang mengalami kenaikan dari 28 sampai 29 ribu perkilogramnya naik menjadi 32 perkilogramnya dan telur ayam dari 21 ribu perkilogramnya naik menjadi 23 ribu perkilogramnya. (Dik)
Editor : Jhonny













