KORDANEWS – Sebanyak 4,4 juta orang di Amerika Serikat (AS) meminta tunjangan pengangguran dari pemerintah, seiring meningkatnya gelombang PHK di tengah pandemi virus corona.
Departemen Tenaga Kerja AS mengaku ada lonjakan data pengangguran dalam lima pekan terakhir. Bahkan, kenaikan jumlah pengangguran tercatat yang tertinggi sepanjang sejarah.
Bila menggunakan perhitungan musiman, secara total terdapat 26,5 juta pekerja AS yang mengajukan tunjangan pengangguran sejak 14 Maret.
Depnaker AS menyebut tidak semua pengajuan tunjangan pengangguran akan dibayarkan, mengingat ada syarat kelayakan yang ditentukan.
Sekitar 26 persen angkatan kerja di Hawaii, yang menyandarkan ekonomi pada sektor pariwisata, telah mengajukan tunjangan selama lima pekan terakhir. Di Kentucky dan Michigan terdapat 24 persen pekerja mengajukan klaim lebih awal.
Sekitar 16,2 persen dari angkatan kerja AS mengalami PHK, dirumahkan, atau pengurangan jam kerja selama pandemi virus corona.
Namun, jumlah pengajuan tunjangan mulai turun selama tiga pekan terakhir. Angka tertinggi tercatat pada pekan terakhir Maret yang mencapai 6,9 juta. Meski demikian, tetap ada jutaan pengajuan pengangguran setiap pekan. Hal ini jauh berbeda dengan situasi sebelum terjadi penyebaran penyakit covid-19.















