KORDANEWS – Saat berbuka beraneka makanan biasanya telah tersaji di meja makan – mulai makanan kecil (takjil) sampai makanan berat. Tiap-tiap negara memiliki makanan khas buka puasa sendiri-sendiri. Inilah makanan khas buka puasa berbagai negara. Apakah Anda ingin tahu? Yuk lanjut membacanya!
Samosa, Pakistan
Sepintas, makanan kecil asal Pakistan ini memiliki kemiripan dengan pastel ya? Hal yang membedakannya ada pada isiannya. Samosa berisi campuran daging domba cincang, kacang polong, kentang, bawang merah, dan daun bawang. Belakangan masyarakat Pakistan mengembangkan Samosa dengan isian dari campuran keju mozzarella. Hmm… crunchynya terasa di mulut.
Konon, cemilan ini diperkenalkan orang-orang dari Timur Tengah, yang dibawa para saudagar musim dari Asia Tengah. Sekarang Samosa menjadi salah satu makanan khas buka puasa berbagai negara yang diburu orang-orang muslim dari para wisatawan dari luar Pakistan dan warga Pakistan sendiri. Tanpa menu ini berbuka puasa jadi kurang afdol. Selain Pakistan, orang-orang India dan Bangladesh juga menyantap cemilan ini saat berbuka puasa.
Shakshouka / Chakchouk, Algeria
Pernah makan telur balado, menu makanan yang terbuat dari telur rebus atau goreng diolah bumbu pedas? Jika pernah, apakah Anda merasa bahwa Shashouka atau juga disebut Chakchouk mirip dengan telur balado. Tapi itu jika ditilik dari tampilannya sekilas. Aslinya jelas jauh berbeda meski sama-sama berbahan telur ayam.
Arti dari kata Shakshouka, menurut logat Arab Libya dan Aram Maghrebi, berarti “campuran”. Tidak mengherankan, sebab bumbu-bumbu pembuat Shakshouka dicampur jadi satu dalam wajan lalu diberi telur dan daging. Makanan ini diketahui berasal dari Tunisia dan Libya. Shakshouka ini sangat diandalkan sebagai menu buka puasa masyarakat Algeria untuk makan besar.
Qatayef, Yordania
Orang-orang Islam dari negara Yordania juga memiliki menu berbuka puasa yang sangat khas, yang dinamai Qatayef. Makanan khas buka puasa berbagai negara ini masuk dalam kategori cemilan, yang dibuat dari adonan terigu digoreng. Lalu bagian atasnya diletakkan berbagai kacang-kacangan berbumbu – walnut, pistachio, kismis, almond, dan hazelnut. Untuk menciptakan rasa menjadi lebih legit, Qatayef ada yang diberi taburan kayu manis bagian atasnya lalu disiram madu atau sirup panas.
Orang-orang Yordania hanya menyediakan hidangan ini di bulan Ramadhan saja. Qatayef juga biasa disajikan di meja makan orang-orang Islam dari Mesir, Irak, Libanon, Palestina, Arab Saudi, dan Suriah.
Arroz Caldo, Filipina
Arroz Caldo, dieja Aroskaldo, merupakan makanan khas asal Filipina. Tekstur penganan ini serupa bubur kalau di Indonesia. Namun, bahan-bahan penguat rasanya berasal dari daun bawang, bawang putih panggang, jahe, serta lada hitam. Untuk toping, Aroskaldo menggunakan ayam dan telur rebus disertai kuah dari bahan jeruk kalamansi, kecap, saus ikan, dan saflower untuk (menguningkan hidangan).
Makanan yang juga disebut Pospa di kawasan Visayan ini juga dikenal sebagai menu hidangan buka puasa. Pasti mengenyangkan jika dikonsumsi orang-orang yang baru berbuka puasa.













