KriminalPeristiwaSumsel

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Honorer BPKAD, Media Tak Boleh Meliput

×

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Honorer BPKAD, Media Tak Boleh Meliput

Share this article

KORDANEWS —  Polsek Ilir Timur I menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan honorer BPKAD Provinsi Sumsel Ahmad Yoga Meidio yang tewas ditusuk Priamos teman sekantornya sendiri pada Selasa (21/4) lalu.

Rekonstruksi ini dilakukan di TKP kantor BPKAD Provinsi Sumsel Jalan Kapten A Rivai, Kecamatan Ilir Timur I Palembang Selasa (5/5/20).

Dalam rekonstruksi yang berlangsung tertutup ini sempat terjadi ketegangan karena keluarga korban dilarang masuk untuk melihat jalannya rekontruksi. Selain keluarga korban awak media juga tidak diperkenankan masuk oleh polisi dengan alasan keamanan.

Saat tersangka Priamos hendak digiring masuk ke dalam kantor anggota keluarga korban emosi berusaha untuk mendekati mobil polisi yang membawa tersangka untuk menyerang tersangka namun berhasil dilerai polisi.

Untuk mengungkapkan kekesalan nya kali pihak keluarga menghujat pelaku Priamos dengan kata-kata kasar.

“Bagaimana perasaan kalian kalau keluarga kalian dibunuh dengan cara seperti itu,” tegas salah satu keluarga korban.

Saat rekonstruksi di Kantor BPKAD Sumsel tepatnya di lantai dua keluarga korban tidak diperkenankan masuk untuk melihat rekontruksi pembunuhan tersebut.

Dengan dilarangnya wartawan masuk ke dalam kantor menimbulkan pertanyaan apa sebenarnya dari rekontruksi kasus pembunuhan ini.

Bahkan keluarga korban pun kecewa dengan sikap Kapolsek IT I yang terlihat tertutup dan seakan-akan melindungi pelaku.

Keluarga korban menyangkan sikap dari Kepolisian Sektor IT I yang melarang keluarga korban untuk menyaksikan dari luar rekontruksi pembunuhan tersebut.

“Kami pihak keluarga sudah menunggu sejak pagi untuk menyaksikan rekontruksi ini, tapi kami hanya disuruh melihat dari luar tentu tidak jelas. Tentunya dari sini ada diskriminasi dari pihak kepolisian,” kata Isna Wijayani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *