KORDANEWS – Tubuh tidak mampu membentuk vitamin sehingga Anda perlu mendapatkan asupannya dari makanan atau suplemen. Meskipun kebutuhannya kecil, kekurangan vitamin bisa menimbulkan gejala yang mengganggu hingga masalah kesehatan yang serius.
Apa saja gejala yang perlu Anda kenali?
Penyebab kekurangan vitamin
Kekurangan vitamin adalah salah satu masalah gizi yang paling umum di seluruh dunia. Kondisi yang juga disebut sebagai defisiensi vitamin atau avitaminosis ini terjadi apabila tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin sesuai kebutuhannya.
Dilansier hallosehat.com masalah gizi yang satu ini dapat menimpa semua orang dari tiap kelompok usia. Namun, yang paling berisiko yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Hal ini disebabkan karena kebutuhan gizi mereka lebih besar dibandingkan kelompok lainnya.
Sayangnya, defisiensi vitamin sering kali baru terdiagnosis atau bahkan terdeteksi saat kondisinya sudah cukup parah. Padahal, avitaminosis tingkat ringan saja sudah dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang nyata.
Penyebab kekurangan vitamin meliputi pola makan yang tidak seimbang, konsumsi obat yang mengganggu penyerapan zat gizi, atau keduanya. Selain itu, ada pula beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan defisiensi vitamin, seperti:
Gejala kekurangan vitamin
Defisiensi vitamin dapat memengaruhi penglihatan, kesehatan tulang, serta kondisi kulit dan rambut. Setiap orang mungkin menunjukkan gejala yang berbeda-beda, tergantung jenis vitamin yang kurang dalam tubuhnya.
Di bawah ini berbagai gejala yang mungkin muncul berdasarkan jenis vitaminnya.
1. Kekurangan vitamin A
Vitamin A paling dikenal dengan manfaatnya untuk menjaga kesehatan mata. Padahal, tubuh sebenarnya juga membutuhkan vitamin ini untuk mendukung fungsi sistem imun dan menjaga kesehatan kulit.
Berikut merupakan gejala umum dari defisiensi vitamin A.
-Rabun senja akibat kurangnya pigmen cahaya yang disebut rodopsin.
-Xerophthalmia, yakni penebalan konjungtiva dan kornea mata.
-Keratomalasia, yakni kondisi ketika kornea terkikis atau terluka.
-Munculnya bintik-bintik keratin pada mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
-Mata kering akibat menurunnya produksi air mata.
-Penyembuhan luka menjadi lebih lambat.
-Munculnya jerawat dan breakout.
2. Kekurangan vitamin D
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Asupan vitamin D yang memadai juga berperan dalam menjaga fungsi sistem imun, sistem saraf, dan otot. Ini sebabnya Anda perlu memenuhi kebutuhan vitamin D dari makanan yang menjadi sumbernya.
Defisiensi vitamin D dapat menimbulkan beragam gejala berupa:
-badan mudah lelah atau nyeri tanpa sebab yang jelas,
-tekanan darah tinggi,
-otot kram, lemah, atau nyeri,
-nyeri tulang, serta
-perubahan mood yang cukup drastis.













