KORDANEWS – Walau Sungai Kelekar dalam kondisi surut, namun praktik kebut-kebutan speedboat masih marak di Ogan Ilir untuk merayakan Hari Raya Idul Adha.
Padahal, atraksi yang cukup mengundang minat wisatawan lokal itu, dilarang pihak Kepolisian.
Pasalnya rentan terjadi kecelakaan, baik tabrakan dan terbalik, karena kecilnya air Sungai Kelekar di Kabupaten Ogan Ilir.
Untuk itu, pihak Kepolisian melalui Polsek Indralaya melakukan kegiatan monitoring dan pengamanan di lokasi atraksi yang selalu hadir saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha di Indralaya.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rahman melalui Kapolsek Indralaya AKP, Herman Romlie memimpin langsung kegiatan ini.
Kapolsek didampingi Kanit Intelkam Polsek Indralaya Aipda, Syahrul bersama personel gabungan Polsek Indralaya dan Polres Ogan Ilir Polda Sumsel.
Giat ini juga diawali pengecekan di pangkalan-pangkalan speedboat.
Dengan mendatangi kegiatan wisata air baik dengan speedboat dan perahu tongkang di aliran sungai Desa Tanjung Gelam, Desa Sakatiga dan Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya, di wilayah hukum Polsek Indralaya.
“Kita terus melakukan imbauan kepada masyarakat dan para juru kemudi perahu tongkang dan speedboat, untuk tidak melakukan manuver atau kebut-kebutan pada saat mengendarai kendaraan perahu maupun speedboat,” ungkap Kapolsek.
Pihaknya juga meminta kepada pemilik dan sopir speedboat dan perahu tongkang, untuk menyediakan alat keselamatan penumpang.
“Kita juga minta agar mereka menambahkan alat penyelamatan, berupa pelampung atau pun ban kepada para penumpang,” katanya.
Dikatakannya juga, bahwa personel pengamanan juga standby di lokasi tempat wisata dari Polres Ogan Ilir dan Polsek Indralaya, sehingga kegiatan di tempat-tempat wisata dalam keadaan aman dan kondusif.
“Tetap di akukan monitoring dan pengamanan oleh personel Polres Ogan Ilir dan Polsek Indralaya di sekitar lokasi wisata, untuk menciptakan rasa aman para pengunjung,” ujarnya.
Kepada warga, pihaknya mengimbau untuk waspada terjadinya tidak pidana 3C dan menambahkan kunci pengaman pada kendaraannya selama melakukan kegiatan wisata.
“Adapun dalam kegiatan bekerja sama dengan BPBD Ogan Ilir, Dinas Perhubungan Ogan Ilir serta instansi terkait, untuk melakukan monitoring selama pelaksanaan kegiatan masyarakat,” tukasnya.
Editor : Admin.













