KORDANEWS – Ratusan umat hindu di Palembang menggelar Upacara Malasti di tepian aliran Sungai Musi, tepatnya di Markas Polisi Perairan Palembang, Minggu (11/3/2018.
Upacara menyucikan alam semesta dan mengambil air kehidupan (Amertha) tersebut merupakan rangkaian perayaan Nyepi yang tahun ini puncaknya akan berlangsung pada 17 Maret 2018 mendatang.
Pantauan Kordanews, suasana upacara Malasti khidmat dan lancar. Berbagai lantunan doa-doa dipanjatkan oleh umat yang hadir dalam upacara tersebut.
Wakil ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumsel bidang Agama, Made Toya mengatakan, setelah upacara Melasti, akan dilanjutkan dengan Tawur Agung. Yang bermakna meningkatkan hubungan yang serasi dan harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama umat manusia, dan manusia dengan lingkungan.
“Upacara Tawur Agung untuk membayar apa yang selama satu tahun manusia lakukan. Karena manusia hidup selalu mengambil berbagai macam unsur alam yang di dalamnya ada elemen tanah, air, udara, panas, dan ruang hampa,” ungkapnya.
Setelah prosesi kedua tersebut dilalui, umat Hindu akan menyepi pada, Sabtu mendatang. Ia menjelaskan, arti dari Nyepi itu sendiri berasal dari sepi Mulaksari yang artinya introspeksi diri.
Nyepi juga kerapkali dimaknai sebagai cara manusia menyeimbangkan dan mensucikan alam manusia dan alam kehidupan. Pada saat Nyepi umat Hindu akan melakukan Amati Geni yang berarti mematikan semua aktifitas.













