KORDANEWS – Debat publik antar kandidat calon pemilukada Kabupaten Muara Enim yang dilaksakan pada Sabtu, (05/05/2018) lalu masih menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat. Salah satu besarnya dana yang digunakan untuk menyewah Event Organizer (EO) dalam memuluskan acara tersebut.
Banyak kalangan masyarakat yang mempertanyakan besaran dana yang di pakai, sedangkan acara tersebut terkesan tertutup dan hanya melibatkan sebagian besar kelompok atau organisasi yang berhubungan langsung dengan KPUD, seperti PPK dan lain sebagainya. Acara yang dilakukan di Ballrom Hotel Grand Zuri dinilai berlebihan.
Karena debat tersebut bisa dikatakan tertutup untuk masyarakat dan yang hadir pun hanya para pendukung paslon dan segelintir perwakilan dari masyarakat.
“Berapa nian dana yang di pakai untuk debat itu, katanya disiarkan di TV milik Negara, kato wong si mewah acara nyo tapi dak tau,” ujar Uus.
Dilain sisi, salah seorang panelis, Dr Febrian SH MS seorang Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya mengatakan, bahwa EO yang menghandle acara tersebut tidak profesional dan tidak menguasai jalannya acara.













