KORDANEWS – Sejak Senin (25/6/2017), beredar viral foto bangkai kapal yang disebut-sebut sebagai KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba dan menyebabkan ratusan korban.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa foto tersebut berita palsu atau hoax.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kegelapan di perairan dalam semakin bertambah seiring kedalaman laut atau danau, hingga didominasi kegelapan pekat yang dimulai dari kedalaman lebih dari 200 meter.
Sutopo menguraikan, pada kedalaman ini dimulai penurunan suhu yang memisahkan antara air permukaan yang hangat dan air kedalaman yang dingin.
Selain itu, pada kedalaman tersebut pun terdapat gelombang dalam yang menutupi air dingin di kedalaman laut atau danau. Lalu cahaya tidak ada sama sekali pada kedalaman lebih dari 1.000 meter,”
“Lebih dari 200 meter sebenarnya sudah gelap dan dingin. Dasar Danau Toba sekitar 500 meter, bukan 1.600 meter. Ini banyak media yang salah menulis. Saat alat mendeteksi kedalaman tertulis 1.600. Satuannya Feet tapi ditulis meter. 1 meter sekitar 3 feet. Jadi sekitar 530 meter. Akhirnya menyesatkan dan masyarakat memahami salah,” ujarnya melalui pernyataan tertulis resmi, Selasa (26/6/2018).
“Kembali ke foto bangkai KM Sinar Bangun yang beredar di medsos. Secara logika tidak mungkin difoto karena kondisi dasar danau gelap gulita. Alat yang dipakai tim SAR Gabungan dan penyelam tidak ada yang dapat menjangkau sampai dasar Danau Toba di kedalaman 500an meter. Logika saja tidak mungkin. Jadi begitu terima foto pakailah logika apakah masuk akal atau tidak sehingga tidak menambah hoax,” tambahnya.
Untuk meneliti kegelapan di kedalaman lautan atau danau dalam, Sutopo berujar, manusia memerlukan alat modern. Pada kedalaman lebih dari 20-30 meter, manusia tidak akan mampu menyelam tanpa alat bantu.
Sedangkan, pada kedalaman 200 meter, manusia tidak akan mampu bertahan hidup. Penyebab pertama, sinar cahaya terdiri dari tujuh warna seperti pada pelangi, yaitu ungu, nila, biru, hijau, kuning, oranye, dan merah. Cahaya akan mengalami pembiasan ketika menabrak air.
“Foto itu hoax, editan. Hingga saat ini bangkai kapal belum ditemukan. Apalagi foto di dasar danau. Bisa dipastikan bukan KM Sinar Bangun,” tegasnya.
Editor: Janu













