KORDANEWS- Mengembangkan kendaraan listrik tidak murah. Maka dari itu, sekelas produsen mobil besar sekalipun tentunya membutuhkan biaya yang besar untuk sekadar membuat prototipe. Apalagi kalau membuat versi produksinya, tentu lebih besar lagi dana yang bakal dikeluarkan.
Hal itu juga diakui oleh salah satu mekanik wanita yang ikutan terlibat dalam pembuatan mobil listrik offroad milik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
“Kalau yang full listrik BLITS itu RP 1 miliar. Kemarin kita pendanaan dibantu Universitas Budi Luhur, jadi mereka pendanaannya, kita di riset dan pengembangan,” ungkap Mekanik mobil listrik ITS Ayuning Fitri Desanti, Selasa (31/7/2018).
Mobil listrik yang memang diperuntukkan di jalanan offroad ini bakal melakoni uji coba dengan berkeliling Indonesia sejauh 15.000 km sebelum akhirnya bisa mengikuti ajang Rally Dakar.













