PALEMBANG – Anggota Komisi III DPRDBangka Belitung (Babel) kepincut dengan Program Kampung Iklim (PROKLIM) yang diungkapkan kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BP2IKHL) Wilayah Sumatera di kantornya Jalan AMD, Talang Jambe, Palembang, Jumat (28/7/2016) sore.
Hal itu diungkapkan ketika mereka berkunjung ke balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan wilayah Sumatera. Dewan yang terhormat itu menganggap program kampung Iklim sangat bagus dan harus dikembangkan di provinsi Bangka Belitung.
“Seperti apa pak program kampung iklim itu. Bagaimana kriterianya, siapa penggagasnya, dana dan sebagainya. Agar kami memahami program ini,” kata wakil ketua Komisi III DPRD Babel, Azwari Helmi mewakili rombongan.
Menurut Aswari, program tersebut dirasakan sangat bagus bagi kelangsungan lingkungan hidup dan siap mendorong program itu terus dikembangkan. Dengan melaksanakan program kampung iklim itu, pihaknya berpendapat bahwa bisa menjaga lingkungan hidup dengan lebih baik.
Mengenai kebakaran lahan, anggota DPRD Babel itu juga mempertanyakan penanggulangannya selama ini. Mengapa bencana itu sepertinya tidak bisa ditanggulangi. Setiap waktu selalu terjadi, bila pun ada penanggulangan tidak semuanya teratasi.
Soal penambangan timah di Bangka juga tak luput dari pertanyaan dalam forum tersebut. Menurut mereka, apakah sudah ada kajian mengenai bahaya penambangan timah di wilayah provinsi itu.













