BudayaHealth

Apakah Daging Imitasi yang Dikonsumsi Vegetarian Menyehatkan?

×

Apakah Daging Imitasi yang Dikonsumsi Vegetarian Menyehatkan?

Share this article

KORDANEWS – Pernahkah Anda menemukan daging berlabel ‘vegetarian’? Tak perlu heran. Daging ini sebenarnya merupakan daging imitasi yang dibuat dari bahan nabati sebagai pengganti daging asli. Untuk mengetahui apakah daging imitasi untuk vegetarian ini sehat atau tidak, ketahui dulu kandungan nutrisinya berikut ini.

Apakah daging imitasi untuk vegetarian sehat?

Sumber: Livekindly
Daging imitasi untuk vegetarian dikenal juga sebagai seitan. Daging tiruan ini terbuat dari protein pada gandum yang disebut gluten.

Pembuatannya dilakukan dengan cara menguleni tepung gandum dengan air hingga terbentuk untaian adonan yang lengket.

Adonan tersebut kemudian dibilas dengan air sambil terus diuleni secara perlahan untuk membuang zat tepung di dalamnya.

Usai dibilas, produk yang tersisa adalah gluten murni bertekstur kenyal dan lengket. Inilah yang disebut sebagai seitan.

Walaupun hanya dibuat dari tepung gandum, daging vegetarian ini sebenarnya sehat karena kaya akan protein dan mineral. Cukup dengan mengonsumsi 28 gram seitan, Anda bisa memperoleh 104 kkal energi dan 21 gram protein.

Produk olahan ini juga rendah karbohidrat dan lemak. Seitan dengan jumlah yang sama hanya mengandung 4 gram karbohidrat dan 0,5 gram lemak.

Jadi, apakah daging imitasi dari seitan menyehatkan? Tentunya ya, bagi Anda yang ingin menambah asupan protein.

Plus dan minus mengonsumsi daging imitasi untuk vegetarian dari seitan
mitos penyakit celiac
Seitan merupakan makanan alternatif yang cukup menyehatkan bagi vegetarian. Namun, produk ini juga memiliki kekurangan.

Berikut adalah keunggulan dan kekurangan dari mengonsumsi seitan:

1. Proteinnya tinggi, tapi tidak lengkap
Daging vegetarian ini disebut sehat karena sangat kaya protein. Jumlah proteinnya bahkan dapat disetarakan dengan protein dari ayam dan daging sapi.

Dengan mengonsumsi 28 gram seitan, Anda dapat memenuhi hampir 50 persen kebutuhan protein dalam sehari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *