KORDANEWS – Sudah 10 tahun Sumiati menjanda, selama itu pula ia berjuang seorang diri membesarkan ke tiga anaknya dengan cara memulung barang-barang bekas.
Tanpa lelah dari pagi hingga menjelang siang ia memulung demi anak-anaknya dengan penghasilan yang tak seberapa, hanya sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu.
Sumiati saat ini tinggal di Jalan Sukabakti II, Sukajaya (Sukawinatan), Sukarami, Palembang. Tak hanya bersama anak-anaknya, ia juga tinggal bersama ayahnya yang sudah lanjut usia.
Rumahnya jauh dari kata layak. Dia selama ini tinggalnya hanya sebuah gubuk bilik kayu berukuran 4 x 4 m2,. yang berlantaikan semen yang sudah mulai pecah-pecah. Dindingnya juga terbuat dari kayu yang sudah mulai keropos, belum lagi atapnya yang hanya terbuat dari seng yang beberapa terlihat berlubang.
Akibatnya, bangunan sangat tidak layak untuk dihuni tak mampu menahan panas terik, apalagi saat turun hujan pasti bocor. Sementara kamar tidur, ruang tamu dan dapur, menjadi satu tempat sekaligus.
Sumiati menceritakan, suaminya meninggal 10 tahun yang lalu saat masih mengandung Suci, anak perempuan kesayangannya. Ia memiliki 3 anak, satu anaknya sudah bekerja dan dua lagi Muhammad Wawan dan Suci Henia. Wawan saat ini duduk di kelas 5 dan Suci kelas 4, SDN 117 Palembang.
“Alhamdulillah, saya mendapat bantuan dari pemerintah berupa PKH bisa untuk biaya pendidikan anak saya. Semoga cita-cita Wawan yang ingin menjadi pemain Timnas Sepakbola dan Suci yang ingin menjadi guru, dapat tercapai,” tutur Sumiati.













