KORDANEWS — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menuding adanya modus operandi baru pembakaran hutan dan lahan, yakni persaingan politik dalam rangka pemilihan kepala daerah (pilkada 2020). Menurutnya hanya satu persen karhutla alami, sisanya karena ulah manusia.
“Muncul baru sekarang kan, ada modus operandi baru. Pembakaran hutan karena politik di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) itu. Misalnya, membakar hutan karena ada persaingan politik dalam rangka pilkada,” katanya di Jakarta, Kamis (14/9).
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Khusus Tingkat Menteri membahas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Kantor Kemenko Polhukam.
Dari hasil peninjauannya di lapangan terkait karhutla, Wiranto menyebutkan penyebab kebakaran hutan yang bersifat alami hanya satu persen, sementara 99 persen perbuatan manusia.













