“Untuk jembatan permanen kita kebut di tahun ini. Apa lagi jembatan Mulak Ulu ini akan naik tipe dari B ke tipe A. Semuanya menggunakan uang APBD,” tandas dia
Sementara itu, Kepala Desa Pengentaan, Dadi Aprizon, mengatakan dua bulan masyarakat di desa tersebut hidup tanpa jembatan yang membuat mereka tidak dapat mencapai ibu kota Kabupaten Seganti Setungguan itu.
“Akibat jembatan ambruk kami kesulitan, bahkan masyarakat mau ke Lahat harus berputar arah dengan jalur ke Muaraenim yang ditempuh harus dengan waktu enam jam, sedangkan jika ada jembatan kami hanya butuh waktu satu jam,” ungkap Kamis (27/8).
Untuk menunjang aktivitas warga terutama yang menggunakan roda dua, terpaksa pihaknya membuat jembatan darurat dari kayu dengan menyambungkan jembatan sebelumnya.
“Dengan gerak cepatnya bapak Gubernur Sumsel dipasangkan jembatan Bailey, warga disini tidak jauh lagi untuk menuju ke lahat. Kami ucapkan terimakasih, “tutupnya. (Ab)
Editor : Jhonny













