MUI pun meminta AM lima temannya untuk bertobat dan mereka berjanji tidak akan menyebarkan agama sesat lagi.
Namun warga menduga AM dan rekannya kembali berulah dan mengaku sebagai nabi palsu pada Rabu (3/8/2016).
“Sejauh ini belum ada laporan. Jadi takutnya mereka dikeroyok massa, jadi bukan dilimpahkan,” kata Hairullah.
Hairullah menilai, sikap warga itu hanya emosional sesaat.
Sampai saat ini pihaknya pun belum menerima laporan ataupun ada masyarakat yang mengaku dirugikan akibat ulah mereka.
“Jadi mereka sudah kami lepaskan dan mereka pulang ke Subang ke rumah gurunya,” kata Hairullah. Adapun situasi Desa Medal Sari saat ini, kata dia, sudah berlangsung aman dan kodusif.
“Kalau ada yang merasa dirugikan atau ada yang melapor, kami akan memprosesnya,” katanya.
editor : ardi
sumber : tribun.com













