Sementara itu, seorang pejabat AS membantah tudingan yang menyebut pihaknya berencana melakukan monopoli atas paten pengembangan vaksin virus corona.
“Pemerintah AS telah berbicara dengan lebih dari 25 perusahaan yang mengklaim dapat membantu mengembangkan vaksin. Sebagian besar perusahaan telah menerima dana dari investor AS,” ujar pejabat tersebut.
Kabar penawaran paten vaksin corona muncul setelah pekan lalu CureVac secara tiba-tiba mengumumkan pergantian CEO Daniel Menichella setelah melakukan pertemuan dengan Trump, Wakil Presiden AS Mike Pence, dan perwakilan perusahaan farmasi di Washington.
Menyikapi hal itu, investor CureVac menegaskan pihaknya tidak akan menjual vaksin ke negara mana pun.
“Jika kita berhasil mengembangkan vaksin, maka itu akan membantu dan melindungi orang di seluruh dunia,” ujar Dietmar Hoop, kepala investor Hopp Biotech Holding, pemilik CureVac.
CureVac merupakan perusahaan bioteknologi yang berpusat di Thuringia, Jerman. Perusahaan yang didirikan pada 2020 ini memiliki dua pusat riset di Frankfurt dan Boston.
Perusahaan ini mengklaim sebagai spesialis dalam pengembangan obat kanker, terapi berbasis antibodi, dan penyakit langka, termasuk vaksin profilaksis. CureVac bekerja sama dengan Institut Paul-Ehrlich di bawah Kementerian Kesehatan Jerman
Editor: John.w














