Health

Ini Alasan Pengidap Thalasemia Harus Membatasi Konsumsi Zat Besi

×

Ini Alasan Pengidap Thalasemia Harus Membatasi Konsumsi Zat Besi

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Thalasemia adalah kelainan darah genetis dimana protein pada sel darah merah dalam tubuh tidak terbentuk. Akibatnya, sel darah merah mudah pecah, sehingga pengidap thalasemia pun rentan akan kekurangan darah (anemia). Untuk mengatasi kondisi ini pengidap thalasemia membutuhkan transfusi darah secara rutin. Akan tetapi, dalam beberapa kasus proses transfusi darah bisa menyebabkan kelebihan kadar zat besi dalam tubuh pengidapnya.

Oleh sebab itu, pengidap thalasemia harus membatasi konsumsi makanan tinggi zat besi. Mengapa demikian?

Kelebihan Zat Besi Picu Berbagai Masalah

Dikutip dari Halodoc.com kelebihan zat besi pada tubuh pengidap thalasemia bisa menyebabkan penumpukan zat besi yang jika dibiarkan akan menjadi timbunan. Timbunan yang berlebihan tersebut akan terjadi di berbagai organ vital pada tubuh. Seperti jantung, paru-paru, dan juga hati atau liver. Jika dibiarkan terus-menerus, fungsi utama organ vital yang tertimbun oleh zat besi akan terganggu.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penumpukan zat pada berbagai organ vital bisa mengakibatkan kematian. Selain itu, anak yang mengidap thalasemia juga rentan terhadap berbagai penyakit infeksi. Pasalnya, selain mengganggu fungsi utama berbagai organ vital, penumpukan zat besi juga bisa menjadi media pertumbuhan kuman yang baik.

Tidak hanya itu, terganggunya fungsi organ vital jika dibiarkan terus-menerus bisa menimbulkan komplikasi. Nah, berikut ini adalah beberapa komplikasi thalasemia yang rentan menghantui pengidapnya.

– Perawakan tubuh yang pendek hipogonadisme, atau bentuk muka muka yang berubah atau dikenal sebagai facies Cooley.
– Terjadi osteoporosis akibat sumsum tulang bekerja keras untuk memproduksi sel darah merah.
– Adanya perdarahan yang diakibatkan kerusakan organ hati/liver.
– Pembesaran limpa dan hati (akibat timbunan zat besi).
– Infertilitas.
– Gagal jantung.

Selain itu, salah satu dampak fatal yang bisa timbul akibat timbunan zat besi di jantung adalah gagal jantung. Hal ini bisa terjadi pada penderita thalasemia dan mengakibatkan kelainan pada otot jantung atau kardiomiopati. Jika jantung mengalami kondisi ini, maka kemampuan jantung untuk memompa darah dengan maksimal pun tidak tercapai. Kondisi ini bila dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan atau perawatan akan sangat berbahaya. Sebab dapat berujung pada gagal jantung hingga yang lebih fatal, yaitu kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *