Health

Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

×

Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

Sebarkan artikel ini

Dr. Hermant Sharma, seorang dokter spesialis alergi sekaligus Kepala Depertemen Alergi dan Imunulogi di Children’s National Medical Center Washington D.C., menyebut kondisi ini sebagai reaktivitas silang (cross-reactivity). Pasalnya, ada kesamaan dalam struktur protein di antara jenis telur tersebut.

Karena dari spesies unggas memiliki struktur yang sama, maka Anda harus menghindari semua jenisnya jika punya alergi ini. Beberapa orang yang memiliki alergi telur ayam bahkan dilaporkan pernah mengalami syok anafilaksis setelah makan telur puyuh.

Syok anafilaksis merupakan reaksi alergi yang memengaruhi seluruh tubuh dan dianggap sebagai kondisi darurat medis karena mengancam nyawa. Reaksi anafilaksis bisa terjadi beberapa detik hingga menit setelah terpapar alergen.

Beberapa orang yang alergi ini mungkin tidak mengalami reaksi alergi sama sekali ketika makan telur puyuh atau telur bebek.

Sayangnya, hal ini biasanya hanya dialami oleh segelintir orang. Agar lebih aman, kebanyakan dokter kerap menganjurkan pasiennya yang memiliki alergi ini agar menghindari semua jenis telur unggas.

Bagaimana cara mengobati alergi ini?
obat asma alergi

Anda tentu harus memastikan bahwa gejala tersebut memanglah tanda alergi pada telur. Anda juga harus menjalani berbagai pemeriksaan seperti tes tusuk kulit, tes darah, atau melakukan diet eliminasi untuk memastikan alergi yang Anda miliki.

Setelah terdiagnosis, Anda mungkin akan diberikan obat alergi makanan. Namun obat ini bukan bertujuan untuk menyembuhkan, melainkan untuk meringankan kondisi ketika reaksi alergi muncul.

Obat paling umum berupa antihistamin yang bisa Anda minum setelah mengonsumsi makanan yang mengandung telur. Obat ini akan meringankan gejala ringan, salah satunya yaitu reaksi gatal.

Sayangnya, obat antihidtamin tidak efektif untuk mencegah munculnya reaksi atau mengobati reaksi yang parah.

Jika Anda atau anak Anda memiliki alergi yang lebih parah, Anda harus selalu menyediakan obat berupa injeksi epinefrin. Pastikan Anda dan orang-orang terdekat mengetahui cara penggunaan obat supaya siap sedia ketika terjadi anafilaksis.

Setelah melakukan suntikan epinefrin, jangan menunggu sampai reaksi alergi mereda dan segera cari pertolongan medis atau pergi ke ruang gawat darurat.( hellosehat.com )

Editor: John.W

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *