Jadi kalau warga binaan perempuan kita beri batas dinding. Mereka tidak boleh melakukan aktifitas seperti cuci steam di halaman Lapas. Olehnya kita kurung saja,” bebernya.
Dikatakannya, pihaknya terus berupaya memberikan pembinaan, lewat kegiatan kepribadian dan pelatihan kemampuan yang bersifat feminim, seperti memasak, menjahit, dan tata rias. Bahkan warga binaan harus taat ibadah.
“Termasuk kegiatan kegiatan keagamaan dan Imtaq adalah hal utama rutin. Bahkan kita juga sudah sediakan kamar santri, agar taat beribadah dan mengaji,” ujarnya.
Editor : Admin.













