HeadlineSumsel

Mahasiswa Gelar Aksi Protes, 100 Hari Kinerja Panca-Ardani

×

Mahasiswa Gelar Aksi Protes, 100 Hari Kinerja Panca-Ardani

Sebarkan artikel ini

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Ogan Ilir, Ardani, menyampaikan apresiasi atas partisipasi mahasiswa dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ia mengklaim bahwa Pemkab telah menjalankan sejumlah program nyata selama 100 hari pertama masa jabatan periode kedua.

“Di antaranya pelaksanaan pasar murah di 16 kecamatan untuk menekan laju inflasi dan membantu masyarakat kurang mampu,” ujar Ardani.

Ia juga menyebutkan bahwa Pemkab telah membedah hampir 50 rumah warga miskin, melampaui target awal sebanyak 40 rumah. Menurutnya, hal ini turut berdampak pada penurunan angka kemiskinan dari 13,28 persen pada 2023 menjadi 12,03 persen pada tahun ini.

Di bidang kesehatan, Pemkab terus melanjutkan program Universal Health Coverage (UHC) bekerja sama dengan BPJS, yang menjamin akses layanan kesehatan gratis bagi 95 persen warga Ogan Ilir. Selain itu, peralatan medis dan kapasitas rumah sakit daerah juga diperkuat, termasuk penambahan tenaga medis baru.

Untuk sektor pendidikan dan ketenagakerjaan, Pemkab mengklaim telah merekrut 980 tenaga PPPK dan 2.200 tenaga paruh waktu. Ardani menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur seperti jembatan dan jalan desa tengah dilakukan secara bertahap.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan utama kepada Pemkab Ogan Ilir, yakni: 1. Peningkatan kualitas dan pemerataan fasilitas pendidikan, terutama di wilayah terpencil. 2. Penghapusan pungutan liar di lingkungan sekolah. 3. Transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.

  1. Penegakan hukum yang tegas terhadap praktik korupsi di lembaga pemerintah dan non-pemerintah. 5. Pemerataan pelatihan kerja dan pengentasan pengangguran.6. Percepatan pembangunan infrastruktur dasar.7. Perbaikan sistem dan pelayanan kesehatan masyarakat.8. Komitmen pemimpin daerah untuk lebih terbuka terhadap aspirasi masyarakat.

Aksi mahasiswa ini menjadi sinyal bahwa ekspektasi publik terhadap kinerja pemerintah daerah semakin tinggi. Sebagai bagian dari pilar demokrasi, gerakan mahasiswa menegaskan peran mereka sebagai mitra kritis yang tidak akan tinggal diam terhadap berbagai persoalan yang merugikan masyarakat.(jml)

 

Editor : Surya S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *