Health

Fenomena “Food Coma” dan Siklus Tidur: Mengapa Bangun Tidur Setelah Sahur Terasa Berat?

×

Fenomena “Food Coma” dan Siklus Tidur: Mengapa Bangun Tidur Setelah Sahur Terasa Berat?

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Banyak orang memilih untuk langsung tidur kembali setelah menyantap hidangan sahur demi mengejar waktu istirahat sebelum bekerja. Namun, alih-alih segar, tubuh sering kali terasa berat, kepala pening, dan otot lemas. Berikut adalah alasan utamanya:

1. Efek Food Coma (Postprandial Somnolence)

Saat kamu makan sahur, tubuh mengalihkan aliran darah ke sistem pencernaan untuk mengolah makanan. Jika menu sahurmu tinggi karbohidrat sederhana (seperti nasi putih dalam jumlah banyak atau makanan manis), kadar gula darah akan melonjak drastis.

Tubuh kemudian melepaskan insulin secara besar-besaran, yang memicu masuknya asam amino triptofan ke otak. Hal ini meningkatkan produksi hormon serotonin dan melatonin yang membuat perasaan rileks dan mengantuk luar biasa. Inilah yang disebut food coma.

2. Inersia Tidur (Sleep Inertia)

Tidur setelah sahur biasanya hanya berdurasi 1–2 jam sebelum kamu harus bangun untuk beraktivitas. Durasi singkat ini sering kali membuat kamu terbangun saat sedang berada di fase Deep Sleep (tidur nyenyak).

  • Ketika alarm berbunyi saat kamu di fase tidur dalam, otak mengalami “kaget” atau Inersia Tidur.
  • Akibatnya, prefrontal korteks (bagian otak untuk logika) belum sepenuhnya “panas”, sehingga kamu merasa limbung, lemas, dan brain fog (linglung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *