KORDANEWS – Di tengah persaingan ketat pengembangan Kecerdasan Buatan (AI), Google dilaporkan telah mengambil langkah strategis dengan menjajaki kerja sama bersama raksasa teknologi pendingin asal Tiongkok, Shenzhen Envicool Technology. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan sistem pendingin cair (liquid cooling) yang sangat krusial bagi stabilitas pusat data AI generasi terbaru mereka.
Lonjakan Panas Infrastruktur AI
Kebutuhan akan sistem pendingin cair melonjak drastis seiring dengan penggunaan GPU (Graphics Processing Unit) berperforma tinggi untuk melatih model AI skala besar. Chip modern saat ini menghasilkan panas ekstrem yang tidak lagi mampu ditangani oleh sistem pendingin udara tradisional.
Teknologi yang ditawarkan Envicool, khususnya unit distribusi pendingin (CDU), bekerja dengan mensirkulasikan fluida langsung di sekitar komponen komputasi. Metode ini diklaim jauh lebih efisien dalam menjaga suhu operasional pusat data tetap stabil sekaligus menekan konsumsi energi secara keseluruhan.
Kunjungan Strategis ke Tiongkok
Laporan dari Reuters pada pertengahan Maret 2026 mengungkapkan bahwa tim pengadaan Google dari kantor Taiwan telah melakukan kunjungan langsung ke Shenzhen untuk bertemu dengan petinggi Envicool. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Google untuk mendiversifikasi rantai pasok mereka di tengah keterbatasan komponen pendingin secara global.










