KORDANEWS – Kasus administratif yang menjerat pemain NAC Breda, Dean James, atau yang kini populer dengan sebutan “Paspoortgate”, tampaknya masih akan berbuntut panjang. Setelah keputusan awal yang merugikan pihak klub terkait status kewarganegaraan dan kelayakan bermain sang pemain, manajemen NAC Breda secara resmi menyatakan sedang mempertimbangkan opsi banding ke tingkat yang lebih tinggi.
Persoalan ini bermula dari temuan ketidaksesuaian dokumen kependudukan yang berujung pada sanksi larangan tanding bagi James. Bagi NAC Breda, kehilangan Dean James di fase krusial kompetisi merupakan pukulan telak, mengingat kontribusinya yang signifikan di lini pertahanan. Pihak klub bersikeras bahwa mereka telah mengikuti prosedur transfer sesuai regulasi yang berlaku dan menganggap sanksi tersebut tidak proporsional.
Upaya Hukum dan Tekanan Publik Manajemen NAC Breda, melalui pernyataan resminya, menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam. Saat ini, tim hukum klub sedang melakukan tinjauan mendalam terhadap berkas keputusan otoritas liga. “Kami merasa ada poin-poin hukum yang terabaikan dalam pengambilan keputusan ini. Dean James adalah bagian penting dari tim kami, dan kami akan memperjuangkan haknya untuk kembali ke lapangan,” ungkap salah satu petinggi klub.
Langkah banding ini juga dipicu oleh tekanan besar dari para suporter NAC Breda. Di media sosial, tagar dukungan untuk Dean James terus menggema, menuntut transparansi dari pihak penyelenggara liga mengenai proses verifikasi paspor yang dianggap tebang pilih. Para pendukung merasa klub kesayangan mereka menjadi korban dari birokrasi yang berbelit.















