Sumsel

Karhutla Mengintai, Kemenhut Laksanakan OMC 12 Hari di Sumsel

×

Karhutla Mengintai, Kemenhut Laksanakan OMC 12 Hari di Sumsel

Sebarkan artikel ini

Hariyanto menjelaskan, pelaksanaan OMC merupakan bagian dari strategi baru pengendalian karhutla yang lebih mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan penanggulangan setelah kebakaran terjadi. Melalui penyemaian awan potensial pada masa transisi hingga awal musim kemarau, pemerintah berharap kelembapan lahan tetap terjaga.

“Melalui upaya tersebut, lahan diharapkan tetap lembap sehingga vegetasi dan bahan bakar alami tidak mudah terbakar, tinggi muka air tanah (TMAT) di lahan gambut dapat dipertahankan di atas ambang kritis, serta waduk, kanal, embung, dan kolam retensi terisi sebagai cadangan air yang dapat dimanfaatkan dalam operasi pemadaman darat apabila terjadi karhutla,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan OMC merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, mulai dari BMKG, Lanud Sri Mulyono Herlambang TNI AU, BNPB, BPBD, hingga pemerintah daerah.

Selama operasi berlangsung, tim akan terus memantau efektivitas penyemaian awan untuk memastikan hujan turun di kawasan prioritas, terutama pada zona kubah gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

“Selama operasi berlangsung, kita terus mengoptimasi dan memantau dampak untuk memastikan target semai sesuai pada zona-zona kubah gambut yang rawan,” tutup Hariyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *