KORDANEWS — Di dalam sebatang rokok konvensional terdapat ribuan senyawa kimia berbahaya, namun salah satu yang paling merusak sistem pernapasan secara fisik dan struktural adalah tar. Berbeda dengan nikotin yang memicu efek kecanduan pada otak, tar bekerja sebagai perusak langsung yang mengendap di dalam paru-paru.
Memahami cara kerja tar di dalam tubuh sangat penting untuk menyadari mengapa zat ini menjadi pemicu utama berbagai penyakit pernapasan kronis.
Apa Itu Tar dan Bagaimana Ia Mengendap?
Tar bukan merupakan satu bahan kimia tunggal, melainkan kumpulan partikel kimia padat yang dihasilkan saat tembakau dibakar. Ketika asap rokok dihirup, tar masuk dalam bentuk uap. Namun, begitu suhunya turun di dalam tubuh, zat ini berubah menjadi cairan pekat, lengket, dan berwarna cokelat kekuningan.
Zat lengket inilah yang kemudian menempel pada dinding saluran pernapasan, mulai dari tenggorokan, bronkus, hingga kantung udara (alveolus). Seiring berjalannya waktu, akumulasi tar akan membuat paru-paru berubah warna menjadi hitam dan kehilangan elastisitasnya.
Melumpuhkan “Sapu Pembersih” Paru-Paru (Silia)
Saluran pernapasan manusia dilengkapi dengan rambut-rambut halus mikroskopis yang disebut silia. Fungsi utama silia adalah bergerak menyapu lendir, debu, dan bakteri keluar dari paru-paru agar saluran napas tetap bersih.















