KORDANEWS – Sejak tahun 2013, Hartani, seorang petani dari Desa Tanjung Agung Kecamatan Suka Merindu Kabupaten Lahat telah berhasil mengembangkan mikro organisme lokal atau mol. Penemuannya itu bisa menjadi bahan utama pembuatan pupuk organik satria.
Pupuk organik satria tersebut berasal dari campuran kompos kotoran sapi, ayam, kambing, dan jerami padi, lalu diampurkan menjadi satu lalu di beri mol, mol sendiri merupakan pengurai yang dapat menjadikan semua campuran tersebut menjadi pupuk agar bisa di aplikasikan ke berbagai macam tanaman.
“Ya produksi pupuknya sendiri sudah mencapai puluhan ribu ton setiap tahunnya dengan rata rata 1 ton per hari, saat ini saya berserta kelompok tani poktan maju a mengincar pasar regional dan memperkenalkan pupuk tersebut kepada petani di sumsel,” katanya kepada Kordanews.com
Hartani bersama Poktan Maju A kini telah berhasil menjangkau pasar lintas kabupaten kota salam penjualan pupuk organik, tujuannya adalah memberikan pemahaman serta menyebarluaskan dampak sayuran organik yang sehat dan bebas dari bahan kimia, pihaknya juga ingin agar sayuran yang sehat memang terbebas dari pengaruh kimia agar sayuran tersebut bisa benar benar menyehatkan apabila di konsumsi.















