Sumsel

Kiat Menjadi Tahfizd Quran dari Rumah Cinta Al Quran

×

Kiat Menjadi Tahfizd Quran dari Rumah Cinta Al Quran

Share this article
ist

Palembang, Sebagai orang tua ingin menjadikan anak kita sebagai hafidz/hafidzah Qur’an. Saat seorang anak-anak menghafalkan sesuatu maka itu bagaikan menulis di sebuah batu yang ketika sudah tertulis / terukir maka akan melekat kuat dan sulit hilang.

Karena itu marilah kita didik anak-anak kita membaca dan menghapal Al-Qur’an sejak dini. Berikut ini kiat-kiat dalam usaha menjadikan anak kita sebagai hafidz/hafidzah Qur’an:

 

1.Orang tua sepakat menjadikan Keluarga Qurani sebagai misi dan visi keluarga

Al Quran adalah kunci meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Itulah prinsip dasar yang harus dipegang teguh oleh pasangan suami istri dalam mendidik buah hatinya. Dan harus diingat bahwa keberhasilan pendidikan anak adalah hasil integrasi kedua orang tuanya, bukan dari ibu saja. Dan jangan terlalu mengandalkan sekolah. Karena 2/3 keberhasilan pendidikan itu ada di rumah.

2.Memperkenalkan Al-Qur’an kepada buah hati sejak dini bahkan semenjak masih di dalam kandungan

Perdengarkan murottal sejak anak masih dalam kandungan.

3.Membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Al-Quran setiap hari

Perdengarkan murottal di setiap waktu terutama menjelang mereka tidur. Dengan membiasakan anak-anak berinteraksi dengan Al-Quran dan memberikan pemahaman bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah yang seharusnya menjadi pedoman hidup, maka akan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an hingga mereka menginjak dewasa.

4.Orangtua senantiasa menjadi suri tauladan bagi sang anak

Saat suami istri sudah sepakat untuk membentuk keluarga Qurani, maka sang ayah dan ibu harus memberikan teladan. Dengan rajin mengaji dan menghapal Al-Quran.

Sang anak dapat mendengar dan jangan kaget jika dia dapat mengikuti bacaan orangtuanya yang sedang murojaah. Hal itu karena mereka sering mendengar ayat-ayat yang tersebut.

5.Membuat jadwal untuk menghafal dan murojaah bagi anak

Misal: Jadwal murojaah adalah setiap pulang dari sholat shubuh berjamaah bersama ayah di masjid. Dan jadwal setoran hafalan adalah setiap selepas sholat maghrib.

Terapkan dengan konsisten untuk membentuk pola menghafal dan murojaah yang kuat pada sang anak.

6.Berikan reward untuk prestasi sang anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *