Dia menambahkan, dari hasil rapat terakhir tersebut, ditargetkan dalam waktu tiga bulan kedepan sudah ada titik terang, seperti penyelesaian kajian dan penjajakan kepada pihak investor.
Lebih jauh dikatakan Afrian, langkah yang dilakukan ini sebagai salah satu bentuk optimaliasi peran BUMD guna meningkatkan sumbangsih untuk kas daerah.
“Terlebih Prodexim sendiri sudah absen beberapa tahun belakangan dalam hal kontribusinya kepada PAD Sumsel,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel, Neng Muhaiba mengatakan, di tahun lalu realisasi dari BUMD dan share saham Pemprov di BUMN mencapai Rp 56,22 miliar atau 83 persen dari target pendapatan Rp 67,16 miliar.
“Biasanya selalu over target. Sebab ada beberapa BUMD diantara belum melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), seperti PT Jamkrida. Sehingga belum dapat memberikan pemasukan ke kas daerah,” katanya.
Sementara khusus PD Prodexim, sejak sekitar tiga tahun sumbangsihnya terhadap pemasukan daerah memang terhenti. (Ab)
Editor : mahardika













