Menurut Arevalo, kerjasama antar negara di kawasan Asia Tenggara seharusnya tidak hanya dilakukan dalam urusan militer saja, melainkan perlu adanya kerjasama di bidang kepolisian guna memperketat keamanan seluruh negara di kawasan tersebut.
Lihat juga: Sidney Jones Ungkap Kronologi Dugaan WNI Bom Gereja Filipina
Sementara itu, militer Filipina juga menginformasikan bahwa pihaknya baru-baru ini mengawasi terhadap tujuh warga asing di Mindanao Barat yang diduga bagian dari kelompok teroris. Para teroris asing itu sempat dilaporkan menjalin kerjasama dengan kelompok bersenjata setempat guna melatih para pelaku bom bunuh diri di masa yang akan datang.
“Mereka mempersiapkan anggotanya untuk menjadi pelaku bom bunuh diri dan melatih mereka untuk melakukan aksi terorisme lainnya,” ujar Komandan Komando Mindanao Barat (WestMinCom), Letnan Jenderal Cirilito Sobejana.
Sobejana juga menginformasikan bahwa ketujuh teroris asing, yang kewarganegaraannya belum dipastikan, kemungkinan bekerjasama dengan Kelompok Abu Sayyaf (ASG) dan Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro (BIFF) di Sulu, Maguindanao, dan Basilan.
Selain ketujuh anggota teroris asing tersebut, ada 42 orang asing lainnya yang masuk dalam daftar pengawasan AFP.
“Mereka berada dalam daftar pantauan, jadi ini berarti kami belum bisa mengkonfirmasi (apakah mereka teroris atau bukan). (Kami memiliki) kriteria dalam menentukan apakah mereka dikategorikan sebagai teroris asing,” ujar Sobejana
Editor : John.W















