Lanjut budi, siswa tersebut bersekolah di jenjang SMP dan SMA. Mereka menggunakan jasa mobil angkutan lama, dengan naik ke atap.
“Memang kalau bisa jangan sampai naik ke atap, dan bergelantungan di belakang, karena itu tindakan yang berbahaya. Kita tidak tahu dijalanan, apalagi jalan ini merupakan jalan lintas, yang ramai dilewati pengendara,” ungkapnya.
Sementara itu, Kardi salah seorang pengendara yang melihat anak anak tersebut mengaku, bahwa hendaknya hal itu tidak dilakukan.
“Walau alasan minim angkutan sekolah ke desa mereka, namun tetap berbahaya. Apa lagi jalan di liku Endikat sangat tajam, dan jalan bergelombang, jadi memang berpotensi membahayakan mereka,” tutur dia.
Editor : Chandra.













