Perjuangan Siswa Tanjung Tebat, Ke Sekolah Bergelantungan di mobil

 

 

KORDANEWS – Siswa Kecamatan Tanjung Tebat yang bersekolah di perbatasan Kota Pagaralam, setiap hari harus berjuang naik mobil hingga berhimpitan melewati liku jembatan Endikat.

 

Menurut Budi Hartono, salah seorang guru di Dusun Mingkik Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam, disana memang banyak siswa dari luar Kota Pagaralam yang bersekolah.

 

“Cukup banyak, mereka dari Kecamatan Tanjung Tebat, seperti dari desa Tanjung Bai dan sekitarnya. Karena lebih dekat, sekolah ke Pagaralam ketimbang ke tempat lain,” kata dia, Selasa (19/09).

 

Lanjut budi, siswa tersebut bersekolah di jenjang SMP dan SMA. Mereka menggunakan jasa mobil angkutan lama, dengan naik ke atap.

 

“Memang kalau bisa jangan sampai naik ke atap, dan bergelantungan di belakang, karena itu tindakan yang berbahaya. Kita tidak tahu dijalanan, apalagi jalan ini merupakan jalan lintas, yang ramai dilewati pengendara,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kardi salah seorang pengendara yang melihat anak anak tersebut mengaku, bahwa hendaknya hal itu tidak dilakukan.

“Walau alasan minim angkutan sekolah ke desa mereka, namun tetap berbahaya. Apa lagi jalan di liku Endikat sangat tajam, dan jalan bergelombang, jadi memang berpotensi membahayakan mereka,” tutur dia.

 

Editor : Chandra.

pagar alam Siswa sekolah bergelantungan

Related Post

Leave a reply

Loading...