KORDANEWS – Kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah pemilihan kepala daerah (Pilkada) Ogan Ilir (OI) tahun 2022 terus berlanjut.
Terbaru, istri mantan PPK pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ogan Ilir, berinisial HF, mengembalikan uang sebesar Rp600 juta, Selasa 29 November 2022.
Pengembalian uang dikarenakan diduga terjadinya kerugian keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah penyelenggaraan Pilkada Ogan Ilir tahun 2022.
Uang tersebut diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Ogan Ilir.
Dalam keterangan pers, Kasi Intelijen Kejari Ogan Ilir, Ario Apriyanto Gopar, SH, MH mengatakan, Kejaksaan Negeri Ogan Ilir telah menerima pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp600 juta.
Dana tersebut berkaitan dengan perkara tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2020 pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir terhadap tersangka berinisial HF.
“Pengembalian keuangan negara sebesar Rp600 juta ini diserahkan oleh Istri tersangka HF dengan didampingi penasihat hukumnya,” jelas Jaksa Muda ini.
Kemudian, sambung dia, uang tersebut disita oleh penyidik pada Kejaksaan Negeri Ogan Ilir, dan dititipkan di rekening Bank Mandiri.















