KORDANEWS – Kiper Timnas Argentina Emiliano “Dibu” Martínez menegaskan dirinya siap menghadapi tekanan besar saat membawa La Albiceleste melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Penjaga gawang Aston Villa itu bahkan mengaku semakin percaya diri ketika berada dalam situasi yang paling menegangkan.
Dalam wawancara usai membawa Argentina menyingkirkan Swiss di babak perempat final, Martínez mengatakan bahwa momen-momen penuh tekanan justru menjadi saat di mana ia mampu mengeluarkan performa terbaiknya.
“Di saat ada tekanan dan ketika keadaan menjadi sangat sulit, itulah saat saya merasa paling nyaman,” ujar Martínez. Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas sang kiper yang selama ini dikenal kerap tampil gemilang dalam pertandingan-pertandingan besar.
Bangkit Setelah Kritik Terhadap Penampilannya
Sebelum tampil menghadapi Swiss, Martínez sempat mengkritik performanya sendiri usai laga dramatis melawan Mesir di babak 16 besar. Saat itu ia mengaku belum mampu memberikan kontribusi maksimal kepada tim meski Argentina berhasil lolos ke perempat final.
Kiper berusia 33 tahun tersebut merasa belum menunjukkan penyelamatan-penyelamatan krusial yang biasanya menjadi ciri khasnya bersama Tim Tango. Namun, ia berjanji akan bangkit ketika tim benar-benar membutuhkannya.
Janji tersebut terbukti saat menghadapi Swiss. Martínez tampil lebih tenang dan beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk membantu Argentina mengamankan kemenangan 3-1 sekaligus memastikan tiket ke semifinal.















