KORDANEWS — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memastikan dirinya serius menangani masalah stunting di Sumsel.
Tak tanggung-tanggung, sebagai upayanya menekan bahkan menghapus stunting di Sumsel Ia bahkan sudah menganggarkan dana hingga Rp145 miliar.
“Stunting ini bukan soal gizi saja tapi kesadaran mereka mengolah gizi karena banyak juga orang yang mampu dan mereka makan daging terus tiap hari kan tidak sehat juga. Artinya ini membutuhkan pengetahuan. Dan masalah stunting ini butuh peran semua pihak bukan hanya ahli gizi, Dinkes tapi PU juga karena memerangi stunting ini akan kita mulai dari penyediaan sanitasi yang baik,” ujarnya.
Menurut Herman Deru kasihan sekali jika generasi mendatang masih harus merasakan menderita stunting. Hal ini tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinkes saja tapi juga Diskominfo, Dinas PU dan lainnya. Bagi HD tak perlu membangun sesuatu yang belum jelas manfaatnya bagi masyarakat jika pembangunan fisik masyarakat itu sendiri belum maksimal.
Ditanya soal penyebab utama stunting Sumsel dirinya mengungkapkan bahwa penyebab utama stunting adalah pemenuhan gizi. Hal ini diperparah jika seorang ibu hamil tidak memiliki pengetahuan memadai soal asupan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anaknya.
“Jadi pengetahuan si ibu juga penting. Makanya saya minta di kelurahan-kelurahan dan desa di Kaur Umum nya kalau bisa ada kerjasama dengan ahli gizi. Biar sosialisasi ini bisa terus digencarkan,” jelasnya.
Gizi itu lanjut Herman Deru ibaratnya magma dalam swbuah gunung. Dimana jika magma itu tersumbat maka akan berdampak luas terhadap kesehatan fisik dan psikis. Hanya saja sayangnya permasalahan gizi sejauh ini masih dianggap biasa bahkan menjadi bahan guyonan. Sementara ahli gizi baru dicari-cari jika permasalahan stunting mencuat ke permukaan.













