Health

Berapa Kali Sehari? Ketahui Faktor yang Memengaruhi BAB Normal

×

Berapa Kali Sehari? Ketahui Faktor yang Memengaruhi BAB Normal

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Banyak yang mengira bahwa dirinya sedang mengalami diare jika BAB lebih dari satu kali sehari. Sementara, mereka yang BAB hanya 3-4 kali dalam seminggu menganggap dirinya sembelit.

BAB normal berapa kali dalam sehari?
Buang air besar adalah kebutuhan setiap manusia. Buang air besar bermanfaat untuk mengosongkan limbah makanan melalui usus dan setiap orang memiliki frekuensi yang sangat bervariasi. Lantas, BAB normal berapa kali dalam sehari? Beberapa peneliti mengatakan BAB 3 kali sehari hingga tiga kali seminggu masih dikatakan normal. Sebenarnya untuk mengecek kesehatan usus, Anda perlu memerhatikan konsistensi tinja ketimbang frekuensi BAB sebagai indikatornya.

Meski demikian, orang yang jarang BAB atau terlalu sering BAB bisa jadi mengalami masalah kesehatan.

BAB 3 kali sehari normalkah?
Sebuah studi pada tahun 2010 yang diterbitkan oleh Scandinavian Journal of Gastroenterology menemukan bahwa 98% peserta penelitian buang air besar antara 3 kali per minggu hingga 3 kali per hari. BAB 3 kali sehari masih termasuk wajar.

Di kutip Sehatq.com,kebanyakan dari peserta riset memiliki rutinitas, frekuensi, dan waktu yang sama setiap harinya untuk buang air besar. Setiap orang memiliki frekuensi yang berbeda. Bila Anda memiliki frekuensi berbeda dari biasanya, maka itu bisa jadi tanda adanya gangguan pada perut dan pencernaan Anda.

Apa yang memengaruhi frekuensi buang air besar?
Perbedaan frekuensi BAB setiap orang dipicu oleh beragam hal. Beberapa faktor yang memengaruhi seberapa banyak dan sering Anda buang air besar mencakup:

1. Nutrisi dan pola makan
Baik serat larut dan tidak larut dalam bentuk biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan dapat menambah jumlah tinja dan meningkatkan pergerakan usus. Jika Anda tidak mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup, Anda mungkin kesulitan untuk buang air besar secara teratur.
Cairan juga membuat tinja lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Inilah sebabnya mengapa banyak dokter menyarankan untuk meningkatkan asupan cairan jika Anda mengalami konstipasi atau sembelit.

2. Usia
Semakin tua usia Anda, semakin besar kemungkinan Anda mengalami sembelit. Beberapa faktornya antara lain berkurangnya gerakan lambung yang mendorong pencernaan, berkurangnya mobilitas, dan minum lebih banyak obat yang dapat memperlambat kesehatan usus.

3. Riwayat kesehatan
Beberapa kondisi medis dan konsumsi obat-obatan dapat memengaruhi kesehatan usus dan menyebabkan buang air besar lebih sering atau lebih jarang dari biasanya. Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif, bahkan flu perut, dapat mengubah frekuensi buang air besar pada seseorang.

4. Hormon
Hormon progesteron dan estrogen dapat memengaruhi frekuensi buang air besar. Misalnya, beberapa wanita lebih sering buang air besar menjelang awal periode menstruasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *