5. Konsumsi alkohol
Alkohol dapat memiliki efek langsung pada tinja. Minuman dengan kandungan alkohol yang tinggi dapat memperlambat sistem pencernaan. Efek ini akan hilang setelah alkohol telah keluar dari sistem pencernaan.
6. Olahraga
Sebuah studi di tahun 2017 mengatakan bahwa olahraga dengan intensitas rendah dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan makanan untuk bergerak melalui usus sehingga bisa menyebabkan BAB lebih teratur. Olahraga intensitas tinggi memiliki dampak besar pada tubuh dan dapat meredakan gejala berikut:
Diare
Sakit perut
Mual
7. Stres
Stres dapat berdampak signifikan pada fungsi usus dan kesehatan. Stres dapat mempercepat pergerakan makanan melalui usus besar. Sementara stres berat dapat memicu kebutuhan untuk mengosongkan usus lebih sering. Hal ini karena jaringan yang menghubungkan sistem saraf pusat dan saraf di saluran gastrointestinal yang bertanggung jawab atas rasa mulas dan sakit perut yang dirasakan seseorang ketika merasa cemas.
Apa pentingnya konsistensi dalam buang air besar?
BAB yang normal harus lunak dan mudah dikeluarkan. Kotoran dari tubuh yang sehat berbentuk ular atau sosis karena mencerminkan bagian dalam usus. Tinja juga berwarna coklat karena hasil sel darah merah yang rusak dalam tubuh.
Kotoran yang encer dapat menunjukkan bahwa Anda mengalami iritasi saluran pencernaan dan tinja melewati usus terlalu cepat. Hal ini berarti Anda harus sering ke kamar mandi karena tubuh tidak menyerap banyak nutrisi dari makanan.
Sebaliknya, jika tinja keras dan sulit dikeluarkan dapat menyebabkan wasir dan penumpukan tinja pada usus.
Cara mudah untuk mengembalikan kesehatan pencernaan adalah perubahan pola hidup, yaitu dengan cara makan dengan nutrisi yang seimbang, mengonsumsi serat, berolahraga teratur, dan mencukupi kebutuhan cairan.
Editor :John.W















