Home Otomotif Kendaraan Listrik jadi Rencana Besar Indonesia Di Masa Depan

Kendaraan Listrik jadi Rencana Besar Indonesia Di Masa Depan

Kordanews – Jika diperhatikan, belakangan ini mulai bermunculan mobil listrik yang nyaris tanpa suara melintas di jalanan Ibu Kota. Merek dan modelnya bermacam-macam, mulai dari Toyota, Nissan hingga Tesla.

Beberapa menggunakan kombinasi antara dinamo dengan mesin konvensional, sementara yang lainnya sudah murni memakai energi setrum. Pemerintah sudah menegaskan komitmennya untuk mendorong Indonesia menjadi pusat kendaraan listrik di Asia Tenggara pada 2030. Berbagai insentif telah disiapkan, untuk menarik investor guna mengembangkan industri kendaraan listrik di Tanah Air.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif mengatakan bahwa program mobil listrik merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk mewujudkan komitmen net zero emission atau nol emisi pada 2060.

“Transformasi menuju net zero emission menjadi komitmen bersama kita, paling lambat 2060,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Untuk mencapai target tersebut ada lima prinsip utama, yaitu peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan atau EBT, pengurangan energi fosil, kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri, serta pemanfaatan Carbon Capture and Storage atau CCS.

Kami telah menyiapkan peta jalan transisi menuju energi netral mulai tahun 2021 sampai 2060, dengan beberapa startegi kunci,” tutur Menteri ESDM.

Salah satu contohnya, kata Arifin yakni tidak mengizinkan ada tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap baru, kecuali yang sudah berkontrak maupun sudah dalam tahap konstruksi.

Kemudian di tahun depan, bakal ada Undang-Undang EBT dan program penggunaan kompor listrik untuk dua juta rumah tangga per tahun. Pada 2024 akan digencarkan jaringan listrik pintar dan smart meter.

Lalu di 2030, diharapkan sudah ada dua juta unit mobil listrik dan 13 juta unit sepeda motor berenergi setrum yang beredar di Indonesia.

Pada 2045, pemerintah mewacanakan akan ada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN pertama.

“Kami juga mempertimbangkan penggunaan energi nuklir, yang direncanakan dimulai tahun 2045 dengan kapasitas 35 giga Watt sampai dengan 2060,” jelas Menteri ESDM.

Editor : Admin.

Tirto.ID
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here