KORDANEWS – Di tengah gempuran produk pelangsing instan, Teh Daun Jati China (atau dikenal secara medis sebagai Senna) kembali menjadi primadona di kalangan pencinta gaya hidup sehat dan mereka yang sedang berjuang menurunkan berat badan. Namun, di balik popularitasnya yang tak lekang oleh waktu, terdapat fakta medis penting yang perlu dipahami agar tidak menjadi bumerang bagi kesehatan.
Senjata Ampuh Melawan Sembelit
Khasiat utama yang membuat teh ini begitu dicari adalah kandungan Sennosida. Senyawa alami ini bekerja dengan cara mengiritasi lapisan usus secara halus, yang kemudian memicu kontraksi otot usus (gerak peristaltik).
Bagi mereka yang menderita sembelit kronis, teh ini adalah solusi “kilat”. Biasanya, efek laksatif atau pencahar akan terasa sekitar 6 hingga 12 jam setelah dikonsumsi. Inilah alasan mengapa para ahli herbal menyarankan untuk meminumnya di malam hari, agar proses “pembersihan” terjadi secara alami di pagi hari.
Mitos Pelangsing: Apakah Benar Membakar Lemak?
Banyak pengguna melaporkan penurunan angka timbangan yang drastis setelah rutin meminum teh ini. Namun, para ahli kesehatan memberikan catatan penting:
- Bukan Pembakar Lemak: Penurunan berat badan yang terjadi umumnya disebabkan oleh hilangnya kadar air dan pembuangan sisa kotoran yang menumpuk di usus, bukan pembakaran jaringan lemak tubuh.
- Efek Detoksifikasi: Teh ini membantu membersihkan saluran pencernaan, yang seringkali memberikan efek perut terasa lebih ringan dan tidak begah (bloated).














