KORDANEWS – Mikel Arteta kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu manajer paling inovatif sekaligus eksentrik di jagat sepak bola modern. Menjelang laga hidup-mati perempat final Liga Champions melawan Sporting CP pada Rabu dini hari (8/4/2026), skuad Arsenal tertangkap kamera sedang menjalani sesi latihan yang jauh dari kata konvensional: berlatih dengan pulpen.
Langkah ini diambil Arteta bukan tanpa alasan. Setelah rentetan hasil negatif di kompetisi domestik, termasuk kekalahan menyakitkan dari Manchester City dan Southampton, manajer asal Spanyol ini tampaknya merasa bahwa masalah utama The Gunners bukanlah pada fisik, melainkan pada ketenangan mental.
Metode “Jepit Pulpen”: Uji Konsentrasi Tingkat Tinggi
Dalam sesi latihan di London Colney, para pemain tidak hanya diminta mengolah bola. Mereka dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan empat orang. Tantangannya? Mereka harus bergerak, berjalan, bahkan berlari kecil sambil menjepit ujung pulpen menggunakan jari telunjuk secara bersama-sama.
Aturannya sangat ketat: pulpen tersebut tidak boleh jatuh. Di saat yang sama, kaki mereka harus tetap aktif melakukan koordinasi operan bola. Puncaknya, beberapa pemain bahkan diminta menyeimbangkan bola di kening mereka sembari tetap memastikan pulpen di jari mereka tidak goyah.
Latihan ini dirancang untuk memaksa pemain melakukan multitasking kognitif, menjaga fokus pada detail kecil (pulpen) di tengah aktivitas fisik yang intens (bola).
Mengapa Pulpen? Jawaban Misterius Arteta
Ketika ditanya oleh para jurnalis mengenai filosofi spesifik di balik penggunaan alat tulis tersebut, Arteta memilih untuk tetap bermain rahasia.














