Featured

Sewindu Sele Raya Belida, Nyala Asa dari Sudut Sumatera

×

Sewindu Sele Raya Belida, Nyala Asa dari Sudut Sumatera

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Terik mentari pagi masih tak terlalu menyengat. Hangatnya masih cukup aman dirasakan kulit. Pagi itu di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, dianugerahi suasana pagi yang menyenangkan. Beragam aktivitas warga di desa yang berjarak 81,8 km dari Kota Pempek berjalan dengan normal. Begitu pula yang terjadi di PT Sele Raya Belida (SRB). Aneka mesin seperti beradu, menandakan proses produksi te

Dari sudut lain desa, Jasmadi, yang merupakan kepala desa tengah bercerita. Pria berwibawa ini tak sekadar berkata. Dia memberikan contoh langsung manfaaat yang dirasakan warganya dengan kehadiran PT SRB di wilayahnya. Sebagian warga di wilayah desanya kini tak perlu mengadu nasib ke kota atau ke pulau lain di Nusantara. Ini karena PT SRB yang memiliki area produksi bernama Lapangan Cantik mampu memberikan lapangan kerja.

“Alhamdulillah, dengan adanya PT SEB di Desa Lembak bisa menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya, Rabu (9/6/2026).

Desa yang memiliki empat dusun dan dihuni hampir 5.000 jiwa itu kini menjadi bagian dari ekosistem industri migas yang tumbuh berdampingan dengan masyarakat.

Berbagai kegiatan desa dibantu oleh PT SRB. Kegiatan pendidikan, kesehatan, sosial hingga acara adat dan keagamaan mendapatkan tempat istimewa.

“Anak-anak di desa difasilitasi untuk mendapatkan pendidikan lebih baik. Warga dewasa mendapatkan kesempatan atau pekerjaan yang baik. Berkat PT SRB setiap hari kami hidup dengan sebuahharapan, harapan kebaikan dan kemajuan,” tambah Jumadi.

Perkataan Jumadi tak sekadar isapan jempol belaka. PR Supervisor PT Sele Raya Belida, Valentina, mengatakan proporsi pekerja yang terlibat dalam operasional perusahaan berasal dari masyarakat lokal Desa Lembak sangat besar.

Perusahaan berkomitmen memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat lokal untuk terlibat dalam kegiatan operasional.

“Saat ini sekitar 90 persen tenaga kerja yang bekerja bersama PT Sele Raya Belida merupakan tenaga kerja lokal,” katanya.

Tak hanya tenaga kerja, berbagai vendor lokal dari wilayah sekitar perusahan juga dilibatkan dalam kegiatan operasional perusahaan seperti vendor asal Muara Enim, Lembak, hingga Prabumulih. Para vendor tersebut mengelola beragam kegiatan mulai dari transportasi, logistik, konstruksi, hingga penyediaan barang dan jasa lainnya.

Di wilayah lain, PT SRB juga terus memberikan dukungan. Perbaikan terhadap fasilitas pendidikan juga dilakukan. Realisasinya yakni dengan melakukan renovasi banguan di SD Negeri 12 Gelumbang dan bantuan pembangunan lain untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Selain pada infrastruktur, perusahaan juga menggelontorkan anggaran khusus untuk program beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Bersinergi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PT SRB juga turut berkomitmen dalam pelestarian lingkungan dan pencegahan kerusakan ekosistem lautan. Misalnya saja, penanaman pohon mangrove di Desa Sungsang IV, di kabupaten Banyuasin dan program reboisasi di zona penyangga lapangan yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Tumbuhkan Harapan

PT SRB yang beroperasional sejak 2019 lalu ini mengoptimalkan Lapangan Cantik. Kawasan ini merupakan bagian dari empat lapangan produksi yang dikelola PT SRB dengan total area operasi mencapai delapan hektare.

Bukan sekadar nama, lahan seluas 1,2 hektare dengan delapan sumur produksi ini masih aktif. Bahkan, lapangan ini menghasilkan sekitar 1.3 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Capaian produksi ini sangat vital sebagai pasokan kebutuhan energi nasional.

Melalui optimalisasi operasi dan pengelolaan lapangan yang berkelanjutan, sumur tersebut masih terus menghasilkan gas hingga sekarang. Produksinya mencapai sekitar 1,3 MMSCFD dan menjadi salah satu sumbangsih penting bagi pasokan migas nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *