Meski begitu, rekan duet Guehi di lini belakang, Ezri Konsa, meminta timnya tidak terdistraksi oleh drama historis di luar lapangan hijau.
“Kami hanya harus fokus pada diri kami sendiri. Coba lupakan sejarah di balik rivalitas ini, jangan biarkan itu membakar emosi secara berlebihan, dan pergi ke lapangan untuk melakukan apa yang terbaik yang bisa kami lakukan,” tutur Konsa.
Ujian Berat Membendung Lionel Messi
Inggris berhasil melaju ke babak empat besar setelah melewati drama 120 menit melawan Norwegia yang berakhir dengan kemenangan tipis 2-1. Kini, benteng pertahanan Inggris yang dikomandoi Guehi harus bersiap menghadapi ujian terberatnya: menghentikan lini serang Argentina yang dipimpin oleh Lionel Messi.
Walau menyadari magis dari sang kapten Albiceleste tersebut, Guehi mengingatkan rekan-rekannya bahwa sang lawan bukan sekadar tentang satu orang.
“Dia (Messi) adalah pemain luar biasa, salah satu yang terbaik yang pernah ada. Kami akan melakukan yang terbaik untuk menghentikannya. Namun, bukan hanya dia yang ada di lapangan, Argentina punya deretan pemain hebat lainnya. Yang terpenting kami mengeksekusi rencana permainan kami sendiri,” pungkas Guehi.
Pemenang dari laga klasik ini sudah ditunggu oleh Spanyol, yang sebelumnya telah mengamankan tiket final pertama usai menundukkan Prancis dengan skor 2-0.















