KORDANEWS – Musisi papan atas asal Inggris, Ed Sheeran, kini tengah menjadi sorotan publik internasional. Pelantun tematik pop dunia tersebut harus menghadapi krisis citra dan ancaman boikot setelah tur konser berskala besarnya di Amerika Serikat terseret dalam pusaran kontroversi politik terkait krisis kemanusiaan di Gaza.
Awal Mula Kontroversi di Atas Panggung
Pemicu utama krisis ini bermula ketika rapper Macklemore, yang hadir sebagai musisi pembuka dalam tur konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, menyampaikan seruan “Free Palestine” di atas panggung. Dalam penampilannya, Macklemore membawakan lagu protes Hind’s Hall yang diiringi visual dampak konflik di Gaza.
Aksi panggung tersebut menuai penolakan keras dari pihak promotor dan pengelola stadion. Sebagai imbasnya, promotor Messina Touring Group mengambil langkah tegas dengan mencoret nama Macklemore dari seluruh sisa jadwal tur Sheeran di Amerika Serikat.
Gelombang Pengunduran Diri Musisi Pendukung
Keputusan pembatalan Macklemore dengan cepat memicu reaksi berantai dan aksi solidaritas dari para musisi lainnya. Sejumlah artis yang dijadwalkan mengisi panggung pembuka secara berurutan memilih mengundurkan diri dari tur tersebut:















