HeadlineHealthNusantara

Es Kepal Milo, Makanan Hits Ini Dapat Sebabkan Kanker?

×

Es Kepal Milo, Makanan Hits Ini Dapat Sebabkan Kanker?

Sebarkan artikel ini

KORDANEWS – Indonesia yang kaya akan dengan beragam kulinernya yang lezat, selalu memunculkan beragam jenis makanan unik di setiap masanya.

Salah satu yang fenomenal adalah, es kepal milo yang kini banyak diburu oleh pembeli. Selain rasanya yang lezat dengan berbagai campuran topping, kuliner satu ini ternyata memilki rahasia yang luput dari pandangan masyarakat awam.

Es kepal milo ternyata memiliki kandungan kalori yang sangat banyak. Bahkan jumlahnya melebihi dari jenis kuliner berat yang biasa disantap masayarakat Indonesia.

Sebut saja nasi padang, sambal goreng udang, ikan bawal goreng, tumis daun singkong, dan telur mata sapi. Semuanya kalah dengan seporsi es kepal milo. Seperti apa fakta menarik tentang makanan hitz satu ini? Simak ulasan berikut.

Campuran es kepal milo yang bikin lidah bergoyang

Saat disajikan ,seporsi es kepal milo memiliki banyak campuran yang bakal bikin lapar mata. Setelah diremas hingga berbentuk bulat bersamaan dengan serutan es, kuliner tersebut kemudian di campur dengan susu kental manis dan bubuk milo.

Tak hanya itu, pembeli pun bisa memilih tambahan topping yang diinginkan. Seperti meses, kacang, biskuit stik, keju, cokelat warna-warni, marshmallow, hingga berondong jagung.

Nilai kalori pada es kepal yang bakal bikin dirimu gagal diet

Es kepal milo yang selama ini disajikan, terbuat dari 5 sendok makan bubuk Milo (321 Kkal), 100 gram susu kental manis (343 Kkal), dan 1 sendok makan bubuk cokelat (46 Kkal).

Total kalori yang didapat adalah 784 Kkal. Itu yang standar. Jika ditambah dengan aneka topping seperti biskuit dan sebangsanya, nilainya bisa melonjak hingga 1.000 Kkal.

Menurut pakar gizi, Ali Khomsan, kadar konsumsi gula, lemak, dan garam harus lebih diwaspadai. Terutama es kepal milo yang sarat dengan rasa manis. “Risiko penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes akan semakin meningkat. ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *