Dikala Banjir Perhatikan Ini Bila Menggunakan Motor Matik

KORDANEWS-Bila hujan melanda dan banjirpun tak terelakkan, tapi bagi
pengguna motor honda tidak disarankan menerobos banjir, walaupun tak sedikit pengendara yang tak punya pilihan selain menerobos genangan karena harus cepat sampai tujuan.

Salah satu risiko terparahnya ketika menerobos banjir adalah air berpotensi
masuk ke ruang pembakaran yang akan menyebabkan water hammer. Hal ini lah
disarankan Kepala Wilayah Astra Motor Sumsel Ronny Agustinus untuk tidak
menerobs banjir.

Menurutnya, bila pengendara sepeda motor yang tetap nekat menerobos banjir, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum menerobos banjir. Hal pertama yang paling penting adalah perhatikan posisi saringan udara, terutama yang tipe matik, kan pendek, jadi tolong diperhatiin. Karena saringan udara itu kan didesain ada ketinggian tertentu. Begitu saringan udaranya terendam air maka air berpotensi masuk ke mesin akibatnya bisa menyebabkan water hammer. Itu yang berbahaya.

“Masing-masing sepeda motor memiliki posisi saringan udara yang berbeda.
Namun posisi saringan udara di motor jenis skuter matik (skutik) lebih
rendah dibanding motor jenis lainnya. Jadi kalau nekat nerobos banjir, airnya harus di bawah saringan udara. Kalau motor-motor sport seperti CB itu ada di atas, di bawah sadel, kalau motor matik seperti BeAT itu posisinya di atas CVT,” jelas Ronny.

Hal senada diungkapkan Technical Service Manager, Achmad Wahyudi “Selain itu, motor berjenis skutik menggunakan belt di bagian transmisinya. Kalau belt tersebut terendam air, maka motor akan kehilangan tenaga karena beltnya itu enggak terlindung 100 persen walaupun memang sulit air untuk masuk ke situ. Begitu beltnya tergenang air, dia akan terjadi losses, atau kehilangan tenaga. Dia memang tetap memutar, tapi enggak mencengkram dengan baik,” jelas Achmad Wahyudi menambahkan.

Baca Juga :   Pengen Cepet Kurus? Coba 5 Gerakan Sederhana Ini

Selain itu, hal yang harus diperhatikan jika ingin menorobos banjir adalah
jaga putaran mesin di sekitar 2.000-2.500 RPM. Jangan sampai di tengah
genangan air motor Anda berhenti.

“Kalau dia masih jalan dalam kecepatan tertentu bisa nerobos, air kan terbelah. Tapi kalau dia sudah berhenti di tengah banjir itu yang berbahaya. Kalau knalpot, selama dia masih dibuka gas, dan menjaga RPM, enggak masalah. Kan kalau dia iddle dia 1.400 RPM untuk sport dan bebek, kalau matic 1.700 RPM. Diusahakan kamu harus ngegas, dia main di 2.000-2.500 RPM. Makanya kalau untuk motor matik saat menerobos banjir jangan berhenti, nanti susah pastinya. Kalau sport masih bisa, bisa mainin gas, bebek bisa dinetralin,” kata Achmad Wahyudi.

Terkait banjir yang menyebabkan banyak motor yang mogok, Astra Motor Sumsel
membuat progam spesial untuk konsumen Honda yang terkena dampak banjir. Paket Servis Banjir Matik (SerBaTik), mulai dari Rp.140.000,- konsumen sudah mendapatkan fasilitas penggantian oli MPX2, penggantian saringan udara, busi, kepala busi, serta penggantian oli gear. Untuk paket lainnya konsumen juga bisa melakukan perawatan knalpot, perawatan CVT, serta tune up dengan menambahkan sejumlah biaya. Paket SerBaTik ini bisa konsumen dapatkan di Bengkel Resmi AHASS di kota Palembang.

“Paket SerBaTik ini ditujukan kepada konsumen yang mengalami mogok akibat terendam banjir, konsumen bisa mendapatkan paket ini dengan mengunjungi
AHASS di kota Palembang. Selain untuk matik, paket servis untuk motor bebek
juga ada, harga paket servis mulai dari Rp.150.000,-. Program ini berlaku sampai Akhir November 2018,” tutup Achmad Wahyudi (eh)

Editor : Chandra Baturajo.

motor tips

Related Post

Leave a reply

Loading...