KONI Sumsel Disebut Menunggak Rp1 Miliar, JSC Gembok Venue Olahraga

KORDANEWS — PT Jakabaring Sport City (JSC)selaku pengelola kompleks JSC mengeluarkan kebijakan tegas terhadap KONI Sumatera Selatan (Sumsel). Seluruh venue yang digunakan atlet binaan KONI kini telah digembok.

Langkah ini terpaksa diambil PT JSC lantaran KONI Sumsel menunggak hutang tahun 2018 sebesar Rp 1 miliar. “Kita sudah sangat bijaksana dan membantu untuk pembinaan olahraga di Sumsel. Bayangkan, tagihan Rp 9 miliar atas
penggunaan venue olahraga atlet-atlet binaan KONI Sumsel sepanjang tahun 2018, kita pangkas hanya menjadi Rp 1 miliar,” kata Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh Rabu (9/1/2019).

Tagihan tersebut, diungkapkan Meina telah tiga kali diberikan ke KONI Sumsel. “Penjelasan pihak KONI macam-macam, hilang berkas, tidak ada kontrak, hingga nomor rekening JSC tidak ada. Terakhir KONI menghubungi kita pada 28 Desember 2018, dan di berkas tagihan kita pasti ada nomor rekeningnya,” sebutnya.

PT JSC, dijelaskan Meina membutuhkan biaya yang sangat besar untuk merawat dan mengelola seluruh venue yang ada. Pihaknya harus realistis dalam membiayai pengelolaan kawasan JSC.

“Kita dibayar Rp 1 miliar saja masih rugi, tapi biarlah itulah bentu sumbangsih JSC terhadap kemajuan olahraga di Sumsel. Tapi kalau tidak dibayar sama sekali, jelas ini tidak benar,” keluh Meina.

Oleh karenanya Meina masih menunggu itikad baik KONI Sumsel untukmenyelesaikan persoalan tersebut. Pihaknya masih sangat terbuka untuk kemajuan dunia olahraga di Sumsel.

“Semoga secepatnya ada solusi. Kita bersikap tegas karena tidak ingin dipermainkan. PT JSC itu BUMD, punya aturan main dalam menjalankan usahanya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Persatuan Atletik Indonesia (PASI) Sumsel Zulfaini M. Ropi menyayangkan kebijakan yang diambil tersebut. Menurutnya, prestasi olahraga adalah prestise daerah baik di tingkat nasional maupun
Internasional.

Baca Juga :   Pelatih Timnas : Venue Skateboard di JSC Terbaik se-Asia

“Maka dibangun Venue tersebut oleh pemerintah daerah maupun pusat untuk kemajuan olah raga di Sumsel dan pengelola JSC di angkat oleh Pemda Sumsel dengan SK Gubernur. Maka persoalan penggembokan tempat latihan tidak bisa
dibiarkan karena latihan tidak boleh berhenti demi mencapai prestasi nasional,” ungkapnya.

Ia berharap Pembina Cabang Olahraga, dalam hal ini Gubernur Sumsel mengambil langkah yang jelas agar pembinaan dapat terus berjalan.

“Kami mohon sebagai pembina cabang olahraga, Gubernur harus segera mengambil langkah yang pasti demi kelangsungan pembinaan atlit di Sumatera Selatan,” pungkasnya. (AC)

Editor : Chandra Baturajo.

jsc koni Olahraga

Related Post

Leave a reply

Loading...