Saksi Ahli Akan Tentukan Terdakwa Prada DP Sakit Jiwa atau Tidak

KORDANEWS — Terdakwa Prajurid Dua (Prada) Deri Pramana akan dinilai dengan menghadiri dua orang ahli kejiwaan untuk menyampaikan pandangannya apakah Prada DP gangguan jiwa atau tidak.

 

 

Kepala Oditur 1-05 Palembang, Kolonel Mukholid mengatakan kesaksian dari saksi ahli kejiwaan nanti akan menilai, bagaimana kondisi kejiwaan terdakwa. Sebab dalam proses hukum, seandainya ditemui ada gangguan kejiwaan, seorang terdakwa tidak bisa diperiksa.

 

 

 

“Sesuai hukum, kalau orang yang sakit jiwa tidak boleh dihukum. Kita ingin membuktikan, apakah terdakwa Deri ini sakit jiwa atau tidak. Kita harus sesuai dengan hukum. Kalau benar dia sakit jiwa kan tidak bisa dihukum,” kata dia, Selasa (6/8).

 

 

 

Mukholid melanjutkan, bahwa ada 16 saksi yang akan dihadirkan pada sidang ini termasuk saksi ahli.

 

 

“Agenda sidang masih pemeriksaan saksi sampai habis, pemeriksaan ahli, lalu barang bukti dan lain-lain yang akan coba dihadirkan pada Kamis mendatang,” ujar dia.

 

 

Menurut Mukholid, selain dua ahli kejiwaan juga akan dipanggil enamĀ saksi yang merupakan b warga Sungai Lilin, baik kerabat maupun penjaga penginapan tempat saksi menghabisi korban.

 

 

“Kalau yang enam orang ini masih di konfirmasi, karena jaraknya jauh di Sungai Lilin. Nanti akan di konfirmasi lagi, kalau tidak datang akan dipangil ulang,” sambung dia.

 

 

Dalam sidang sebelumnya, terang Mukholid, diketahui kalau terdakwa Prada Deri sempat ingin membakar korban, usai memutilasi sebagian tubuhnya. Ide tersebut didapatkan dari seorang saksi yang merupakan teman korban bernama Imam. Namun, Imam ternyata telah meninggal dunia.

 

 

Dari saksi Imam inilah, terdakwa Deri terpikir untuk menyalakan obat nyamuk bersama bensin untuk menghilangkan bukti, sehingga seolah-olah korban terbakar di dalam kamar. Keterangan meninggalnya Imam, didapatkan penyidik saat hendak memanggilnya sebagai saksi.

Baca Juga :   Sidang Terdakwa Prada Deri Pramana, Sebutkan Fakta Pembunuhan Vera Oktaria

 

 

“Ada surat dari keterangan desa setempat di Sungai Lilin, yang menyatakan korban sudah meninggal. Sehingga saksi tidak bisa dihadirkan,” terang Kolonel Mukholid.

 

 

 

Editor : Jhonny

Kasus Pembunuhan Vera Oktaria Prada Deri Pramana Prada DP

Related Post

Leave a reply

Loading...