Teknisi Heli Waterbombing Meninggal Dunia, Diduga Penyempitan Pembuluh Darah

KORDANEWS — Seorang berkebangsaan Rusia, Audrey Sushakov (43) yang juga merupakan teknisi pesawat Heli Waterbombing yang digunakan dalam pemadaman asap Karthula di Sumsel meregang nyawa.

Meninggalnya Andery Sushakov saat berada di rumah sakit Siloam Kota Palembang, Minggu (11/8) kemarin Sekitar Pukul 17.45 Wib. Saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, Ansori membenarkan kematian Andrey Sushakov.

“Benar kita diinformasikan oleh pihak Siloam Sriwijaya pada tanggal, Minggu 11 Agustus lalu sekitar pukul 17.35. Jika jantung Andrey berhenti berdetak dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar Ansori, Selasa (13/8).

Menurut Ansori kematian teknisi mesin pesawat karhutla tersebut diduga dikarenakan adanya penyempitan pembulu darah di bagian otak yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Dari laporan Dokter kepada kita diketahui ada indikasi penyempitan pembuluh darah yang ke otak. Hari itu juga di lakukan pemeriksaan lebih intensif terhadap Andrey dibagian ICU, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan,” jelas Ansori.

Sebelumnya Andrey Sushakov sempat mengeluh sakit kepada dibawa ke rumah sakit manager nya Pavel Zakharov untuk di bawa ke rumah sakit terdekat. Kebetulan dirinya sidang tidak bertugas untuk mengecek mesin pesawat lantaran sidang libur bertugas.

“Memang dia pada Jumat, 8 Agustus lalu sidang tidak bertugas. Namun ketika sore hari korban merasa tidak enak badan lalu meminta diantarkan ke rumah sakit terdekat lantaran mengeluh tidak dapat bernafas dengan normal. Lalu dia selama 3 hari dirawat di Siloam.

Sementara, Humas Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, Ega Anggita mengatakan jika, pihaknya tidak bisa membuka tabir kematian Andret lebih jauh. Namun dirinya memastikan ada warga kebangsaan Rusia yang meninggal di RS Siloam Sriwijaya.

Baca Juga :   Siapkan Hadiah Hingga 20 Juta, Pemprov Sumsel Gelar Lomba Foto MXGP 2019

“Maaf kami tidak bisa memberikan keterangan, kami hanya memberikan informasi ke keluarga korban,” jelas Ega.

Untuk diketahui Andrey terkait tim penanganan Karhutla bertugas dibagian Ground Engineer (Teknisi Mesin Pesawat) yang mengatur layak tidaknya pesawat terbang.

Andrey sebagai teknisi mesin Heli Mi8 RA 22583. Dirinya memastikan pesawat siap mengudara. Jadi tugasnya bukan Pilot atau teknisi dalam pesawat. Kalau teknisi dalam pesawat ada petugas lain. (Ab)

Editor : Jhonny

Karthula Meninggal Dunia rusia sumsel Teknisi Heli Waterbombing

Related Post

Leave a reply

Loading...